Saturday, 13 January 2018

sabtu malam, 13 januari 2018

Posted by LORA LORINDA at 9:34 pm 0 comments
setelah lama tak update blog.

aku datang dengan pekerjaan baru, dan hidup baru. hidup baru tapi belum menikah.

dari menjadi guru di smk, kemudian ke kantor pos, kemudian di pegadaian

prosesnya gak mudah

penuh cerita

aduh, ternyata menulis butuh keseriusan dan kemauan.

banyak yang mau ditulis, tapi kayaknya lebih gampang kalo bercerita.

Thursday, 26 February 2015

NILAI TRY OUT SMK MITRA NUSA BAKTI 2015/2015

Posted by LORA LORINDA at 12:18 pm 0 comments
silahkan dilihat nilai try out. 


NILAI TRY OUT


Saturday, 6 April 2013

perjalanan panjang skripsi

Posted by LORA LORINDA at 11:50 am 0 comments

Sekitar pertengahan Desember aku menemui dosen pembimbing 1 untuk konsultasi judul. Ibunya bilang gak masalah dengan judulku, tapi ntuk materi mengenai penelitian Ibu Kusni meminta agar semua anak bimbingannya untuk mengambil materi Jarak di Dimensi Tiga. Okelah menurutku, karena waktu itu aku belum sadar, ternyata yang teorema-teorema yang mengiringi jarak itu ternyata banyak. Seingatku waktu itu aku ditanya dari Ibu Kusni.
“berani ambil dimensi tiga?”
“berani, Bu.”
“okey. Bagus.”
Jadi sudahlah diputuskan aku tetap menggunakan judulku, yang menggunakan model pembelajaran SAVI untuk mengukur kemampuan komunikasi matematika di SMA denan materi penelitian yaitu jarak di dimensi tiga.
Tanggal 13 januari maju pertamaku ke dosen pembimbing 2, yaitu Bapak Bambang Eko Susilo, S.Pd, M.Pd. majuku kali itu denan teman yang bernama In Diyah. Pada kali ke dua aku bertemu pak bambang untuk bimbingan judulku disetujui. Sempat Pak Bambang ragu dengan penentuan populasi dan sampel penelitianku dan In Diyah. Jadi kami diminta untuk menunggu selagi Pak bambang mencari informasi mengenait populasi dan sampel penelitian.
Oh, aku masih menyimpan sms Pak bambang yang menyatakan bahwa populasi diperbolehkan 1 sekolah.
“ini no hp mbak Lora? Ini dr pak bambang, judul dan propsl yang kemarin coba saya lihat lagi, saya sudah konfirm ke sekjur, untuk populasinya idbolehkan 1 sekolah”
Oke fix, saya pakai judul “KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBANTUAN CD PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS X SMA PATIKRAJA DALAM SUB JARAK MATERI POKOK DIMENSI TIGA”. Panjang bener yak.
Sempat bingung juga ketikan menentukan tempat penelitian. Saran dari Bu Kusni sendiri agar penelitian dilakukan di Belitung saja, tapi ketika aku konsultasikan lagi dengan Pak Bambang, intinya beliau menyarankan agar tempat penelitian itu yang dekat-dekat saja, karena khawatir ketika pengurusan surat-surat atau ketika masih ada keperluan lainnya akan menemukan kendala. Dan akhirnya ketika saya cerita-cerita ke Mbak Yulia, dia menyarankan agar penelitian di MA Al Asror Gunungpati. Sempat aku ragu, karena: (1) aku gak tau tempatnya;  (2) takut birokrasi yang ribet. Tapi karena dorongan dan dukungan dari Mbak Uulia, akhirnya aku ke MA Al Asror ditemani dari Annisa, salah satu temanku.
Singkatnya, aku penelitian di MA Al Asror Gunungpati. Lumayanlah, dekat, dan urusan birokrasinya tidak begitu sesulit yang aku bayangkan. Alhamdulillah guru kelasnya pun sangat membantu. Ketika akan ujicoba di kelas XI, guru kelas X lah yang minta izin ke guru kelas XI agar aku dapat melakukan tes ujicoba di kelas XI. Intinya dimudahkanlah ketika aku penelitian di MA Al Asror.
Penelitianku berjalan selama 3 minggu, dengan penambahan materi kesejajaran dan ketegaklurusan yang menutur dosen pembimbing 1 saya sangat penting diajarkan untuk materi pengantar menuju jarak salam dimensi tiga. Dan di minggu terakhir, Guru kelas X meminta aku untuk mengajar Sudut dalam dimensi tiga. Jadilah saya mengajar Sudut. Dengan pengetahuan yang pas-pasan dan sangat sedikit sekali. Saya pun mengajar sudut. Intinya saya mengajar kacau sekali. Tapi ah, bodo amat, toh masih ada gurunya yang bisa mengajarkan balik. Hahahahhahahah………..
Sempat aku bimbang apakah saya akan mengambil semester 9 untuk memperbaiki nilai fisika, ataukah cukup di semester 8 saja. Bingung. Bingung sekali waktu itu. Hampir semua orang yang saya tanya, jawabannya terseerah. Please deh, kalo jawabannya terserah mah, saya gak bakalan tanya kaleeee. Singkat cerita akhirnya saya ambil semester 9 demi memperbaiki nilai fisika.
Langsung loncat ke ujian skripsi.
Saya mendaftar ujian skripsi pada tanggal 31 Januari 2013. Dan dijadwalkan ujian pada Rabu tanggal 6 Februari 2013. Jadi pertama tahu dosen penguji saya sang kaisar, langsunglah saya lemas. Karena dosen itu amat sangat dihindari oleh rekan-rekan sesama materi dimensi tiga. Tapi ya apa mau dikata, keputusan sudah dibuat dan tidak dapat dirubah lagi.
Ketika mengkonfirmasi kepada ketiga dosen, pak Bambang menyatakan siap ujian pada tanggal 6. Tapi ketika saya konfirmasi pada Bu Kusni, beliau bilang gimana kalo ujiannya hari kamis aja. Soalnya hari rabu itu dosen sibuk, mau mengumpulkan apa gitu saya lupa. Nanti saya bilang ke pak hito, kata bu kusni. Dan benar, ketika saya menemui pak hito untuk menyampaikan jadwal ujian, beliau bilang kalo sudah diberitahu bu kusni kalau ujian hari kamis saja tanggal 7 februari. Okelah, sampai disini ujian saya 7 Februari 2013.
Ujian berlangsung, dijadwalkan pukul 8am dan akhirnya molor sampai jam 09.30. gak banyak yang ditanya, dan kebanyakan saya hanya mengkonfirmasi apa yang dikatakan bapaknya. Ujian yang menyenangkan seebetulnya. Ujian selesai kira-kira pukul 11am. Ketika ujian sudah seelesai, dan pak bambang serta sang kaisar sedang makan snack yang memang sengaja diperuntukkan untuk beliau beliau itu, datang lah Bu Kusni. Ngobrol lah mereka, saya hanya jadi pendengar yang baik. Mendengarkan dosen ngobrol itu menyenangkan lo. Buat saya si.hhahahhahah
Hanya satu yang ditanya bu kusni terhadap saya
“yang saya mau tanya adalah, kamu tadi ditanya apa dari dosen pengujimu?”
Saya jelaskan yang disampaikan dari pak hito berikut revisi yang harus saya kerjakan.
Dan akhirnya ujian saya SELESAIIIIIIIIIIII
Langsung ke revisi, revisi pertama saya menemui sang kaisar hari Rabu, ketika saya temui hari Rabu, pak dosen gak berangkat, saya temui kamis, dosennya sedang menemani istrinya yang sedang dalam proses tesis juga sedang mengejar pak dwi(dosbing pembimbing tesis istrinya mungkin. Jadilah berkas saya hanya dibawa untuk diperiksa nantinnya. Okelah. Jumat saya revisi dengan kaisar di mushola. Mushola saudara-saudara, karena jurusannya tutup sedang ada acara pembuatan apa gitu di bandungan.
Revisi pertama hampir menitik air mata saya kalau saja tidak ada mahasiswa lain yang bimbingan. Berasa sedih banget, banyak banget revisinya.
Revisi pertama  : RPP, uji validitas tes
Revisi kedua      : revisi gambar, dan penulisan garis dan ruas garis
Revisi ketiga      : ditanya jarak ruas garis bersilangan
Revisi keempat  : dapat tanda tangan. (dengan belas kasihan. CATET!!!!!) bodo amat, yang penting dapat tanda tangan.
Cerita revisi memang cetar membahana.
Tapi dari perjalanan panjang skripsi, saya menjadi dekat dengan teman-teman yang seebelumnya bahkan tidak pernah bertegur sapa. Hanya sebatas tahu dan kenal biasa. Tidak lebih.
Teman-teman, semoga suatu saat nanti, kita bisa bertemu dengan keadaan yang dapat dibanggakan. Aaaamiiiinnnnn………….

Friday, 1 March 2013

SETIAP TRANSFORMASI MEMILIKI INVERS

Posted by LORA LORINDA at 10:22 pm 0 comments
teorema: setiap transformasi T memiliki balikan.
bukti:
andaikan T suatu transformasi.

kita definisikan fungsi L sebagai berikut:

andaikan X di V dengan V adalah sebuah bidang.

oleh karena T suatu transformasi, maka T adalah bijektif.

jadi ada prapeta A di V sehingga T(A) = X

kita tentukan kemudian L(X) = A.

artinya L(X) adalah prapeta dari X.

sehingga dari T(A) = X => T[L(X)] = X.

atau (TL)(X) = I(X), untuk semua X di V.

ini berarti TL = I

selanjutnya (LT)(X) = L[(TX)]

andaikan T(X) = B maka L(B) = X, jadi L[T(X)] = L(B) = X.

jadi pula (LT)(X) = X = I(X), untuk semua X di V

jadi LT = I

sehingga TL = LT = I

sekarang akan dibuktikan bahwa L adalah suatu transformasi.
dari definisi L jelas L suatu padanan yang surjektif.

andaikan L(X1) = L(X2) dan andaikan T(A1) = X1, T(A2) = X2 dengan L(X1) = A1 dan L(X2) = A2.

oleh karena T suatu transformasi maka karena A1 = A2 kita peroleh X1 = X2.
jadi dari L(X1) = L(X2) => X1 = X2

sehingga L injektif.

dengan demikian terbukti bahwa L bijektif.

jadi L suatu transformasi.

transformasi L ini disebut balikan dari transformasi T

Monday, 1 October 2012

probabilitas

Posted by LORA LORINDA at 1:05 pm 0 comments
materi probabilitas

Thursday, 27 September 2012

PERANGKAT PEMBELAJARAN FUNGSI INVERS SMA KELAS XI

Posted by LORA LORINDA at 10:12 am 0 comments
 SILABUS

R P P

KISI-KISI SOAL TEST

SOAL TES

BAHAN AJAR

L K P D

MEDIA

KUNCI DAN PEDOMAN MENSKORAN


Sunday, 29 July 2012

TRANSISI

Posted by LORA LORINDA at 9:14 pm 0 comments
       Percakapan siang hari dengan mbak kost menempel di ingatanku, mumpung masih ingat kutulis sajah. 

         di hidup wanita, ada 4 transisi. pertama, ketika menginjak usia sekolah TK, seorang anak yang tidak pernah ditinggal jauh dari ibunya pasti akan merasa sedih ketika tidak ada ibu di dekatnya. kedua, ketika seorang perempuan lulus kuliah. ketiga, ketika seorang perempuan akan menjadi seorang istri, dan keempat, ketika perempuan akan menjadi seorang ibu.

         masing-masing transisi akan mengubah hidupmu menjadi cerita-cerita baru yang tak terduga. seperti sekarang, aku hampir mengalami transisi ke-4, yakni ketika seorang perempuan lulus kuliah. hampir aku katakan karena masalah yang dihadapi sama, yaitu kebingungan. 

          saat ini aku benar-benar butuh saran, pandangan, dan kekuatan.
saran kemana aku harus melangkah. walaupun ada beberapa orang yang menganggap kalau memberi saran itu adalah beban moral, tapi menurutku seemua saran akan berpulang ke yang bersangkutan, menerima atau menolak. pandangan apa-apa akibatnya ketika aku memilih option A atau B. kekuatan ketika aku memilih jalan yang menurutku tidak lazim harus kujalani. 

            sekarang, aku tidak butuh rangkuman kesalahan-kesalahanku. sudahlah, dengan apa yang terjadi padaku sekarang saja sudah cukup membuatku tak berdaya, lemas dan menyesal-semenyesa- menyesalnyalnya, janganlah lagi ditambahi dengan beban moral tanggungan tatapan tajam orang terhadapku. kurasa seemua orang tidak mau dihadapkan pada kebingungan abstrak tak jelas. tak ada orang yang mau tidak bahagia, pun aku sekarang ini.

          pandangan, penilaian, tatapan, bahkan cemooh atau bisa saja hinaan, pasti akan teralamatkan padaku atau keluargaku, tapi sudahlah. toh, aku juga gak mau itu terjadi.

aku gak minta kalian untuk merasakan bagaimana menjadi aku, tapi tolong pahami, mengertilah, dan setidaknya jangan cemooh kalian sampai di pendengaranku dan keluargaku.

          walaupun tidak secara implisit, tapi aku tau, mereka kecewa. tapi yaaa, mau gimana. 

         setelah banyak bertanya sana sini, aku memutuskan untuk memilih option B sebagai kelanjutan hidupku, yah, menempuh selangkah lagi yang kuharap dapat membawaku kepada kepuasan batin yang entahlah yang apa.

            semoga di kedepan aku bisa mengingat, bahwa pada seminggu ke belakang dan sampai detik ini aku menulis postingan ini, aku masih bimbang, inikah jalan terbaikku. inikah yang harus kutempuh.

          semoga di kedepan ketika aku membaca postingan ini, aku sdang berada dalam kondisi memuji langkah ini. langkah yang sebenarnya banyak pertimbangan dan spekulasi berat dan beresiko.

                semoga di kedepan ketika aku membaca postingan ini, aku berada disuatu tempat yang kuimpikan, dimana semua keinginan ku bisa terpenuhi dan kudapatkan dengan mudah.

                  semoga di kedepan ketika aku membeca postingan ini, aku dalam kondisi yang saaaannggaaaaaattttt bahagia.

seelamat malam.

Tuesday, 5 June 2012

model-model pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip konstruktivisme

Posted by LORA LORINDA at 7:11 pm 0 comments
prinsip prinsip pembelajaran konstruktivisme telah melahirkan berbagai macam model-model pembelajaran, dan dari berbagai macam model pembelajaran tersebut terdapat pandangan yang sama, bahwa dalam proses belajar siswa adalah pelaku aktif kegiatan belajar dengan membangun sendiri pengatahuan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang dimilikinya. beberapa model pembelajaran yang didasarkan pada konstruktivisme adalah discovery learning, reception learning, assisted learning, active learning, the accelerated learning, quantum learning, dan contextual learning.

  1. discovery learning.salah satu model pembelajaran kognitif yang paling berpengaruh adalah discovery learning-nya jerome bruner (slavin, 1994) yaitu siswa didorong untuk belajar dengan diri mereka sendiri. siswa belajar melalui aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk mempunyai pengalaman-pengalaman dan menghubungkan pengalaman pengalaman tersebut untuk menemukan prinsip-prinsip bagi diri mereka sendiri.discovery learning telah banyak aplikasinya dalam dunia keilmuan, sebagai contoh pada beberapa museum sains ada beberapa silinder yang memiliki ukuran dan berat berbeda-beda, beberapa ada yang ringan dan yang lain benar. siswa didorong untuk mengamati secara detail perbedaan-perbedaan silinder tersebut. dengan melakukan eksperimen, akhirnya siswa dapat menemukan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan silinder tersebut, diantaranya adalah menentukan kecepatan silinder tersebut.discovery learning mempunyai beberapa keuntungan dalam belajar, antara lain siswa memiliki motivasi dari dalam diri sendiri untuk menyelesaikan pekerjaannya sampai mereka menemukan jawaban-jawaban atas problem yang dihadapi mereka. selain itu, siswa juga belajar untuk mandiri dalam memecahkan problem dan memiliki keterampilan berpikir kritis, karena mereka harus menganalisis dan mengelola informasi
  2. active learning, active learning merupakan pembelajaran aktif. menurut melvin l siberman, belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi kepada siswa. belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus. pada saat kegiatan belajar itu aktif, siswa melakukan sebagian besar pekerjaan belajar. mereka mempelajari gagasan-gagasan, memecahkan berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari (silberman, 1996)
  3. the accelereted learning, the accelerated learning adalah pembelajaran yang dipercepat. konsep dasar dari pembelajaran ini adalah bahwa pembelajaran itu berlangsung secara cepat, menyenangkan, dan memuaskan. pemilik konsep ini, dave meier, menyarankan kepada guru agar dalam mengelola kelas menggunakan pendekatan SAVI. somatic, dimaksudkan sebagai learning by moving and doing (belajar dengan bergerak dan berbuat)/ auditory adalah learning bytalking and hearing (belajar dengan berbicara dan mendengarkan). visual artinya learning by observing and picturing( belajar dengan mengamati dan menggambarkan). intellectual maksudnya adalah learning by problem solving and reflecting (elajar dengan pemecahan masalah dan melakukan refleksi). bobby de porter menganggap accelerated learning dapat memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal dan dibarengi kegembiraan. cara ini menyatukan unsur-unsur sekilas tampak tidak mempunyai persamaan, misalnya hiburan, permainan, warna, cara berpikir positif, kebugaran fisik, dan kesehatan emosional. namun, semua unsur ini bekerja sama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif (deporter, hemacki, 2000)

judul buku:teori belajar dan pembelajaran
pengarang:
  1. Drs. H. Badaruddin, M.Pd. I.
  2. esa nur wahyuni, M.Pd

Saturday, 3 March 2012

PRINSIP BELAJAR

Posted by LORA LORINDA at 9:00 pm 0 comments
berikut adalah prinsip-prinsip belajar:


pertama, prinsip belajar adalah perubahan perilaku. perubahan perilaku sebagai hasil memiliki ciri-ciri:

  1. sebagai hasil tindakan rasional instrumental yaitu perubahan yang disadari
  2. kontinu atau berkesinambungan dengan perilaku lainnya
  3. fungsional atau bermanfaat sebagai bekal hidup.
  4. positif atau berakumulasi
  5. aktif atau sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan
  6. permanen atau tetap, sebagaimana dikatakan oleh Wittig, belajar sebagai any relatively permanent change in an organism's behavioral reperoire that occurs as a result of experience.
  7. bertujuan dan terarah
  8. mencakup keseluruhan potensi kemanusiaan
kedua, belajar merupakan proses. belajar terjadi karena didorong kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. belajar adalah proses sistemik yang dinamis, konstruktif, dan organik. belajar merupakan kesatuan fungsional dari berbagai komponen belajar.

ketiga, belajar merupakan bentuk pengalaman. pengalaman pada dasarnya adalah hasil dari interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Willian Burton mengemukakan bahwa: A good learning situation consist of a rich and varied series of learning experiences unified around a vigorous purpose and carried on interaction with a rich varied and propocative enviroment.

PENGERTIAN BELAJAR

Posted by LORA LORINDA at 8:36 pm 0 comments
beberapa pakar pendidikan mendefinisikan belajar sebagai berikut:

  1. gagne
belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktifitas. perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh secara langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah

2.   travers

belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku

3. cronbach

learning is shown by a change in behavior as a result of experience. (belajar adalah perubahan perilaku seebagai hasil dari pengalaman)

4. harold spears

learning is to observe, to read, to imitate, to try something tjemselve, to listen, to follow direction. (dengan kata lain, bahwa belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arah tertentu)

5. geoch

learning is change in perfoemance as a result of practice. (belajar adalah perubahan performance sebagai hasil latihan)

6.  morgan

learning is any relatively permanent change in behavior that is a result of past experience. (belajar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman)


          belajar dalam idealisme berarti kegiatan psiko-fisik-sosio menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. belajar dianggapnya properti sekolah. kegiatan belajar selalu dikaitkan dengan tugas-tugas sekolah. sebagian besar masyarakat menganggap belajar di sekolah adalah usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan. anggapan tersebut tidak seluruhnya salah, sebab seperti dikatakan reber, belajar adalah the process of acquiring knowledge. belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan.

          belajar sebagai konsep mendapatkan pengetahuan dalam praktiknya banyak dianut. guru bertingak sebagai pengajar yang berusaha memberikan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya dan peserta didik giat mengumpulkan atau menerimanya. proses belajar mengajar ini banyak didominasi aktifitas menghafal. peserta didik sudah belajar jika mereka sudah hafal dengan hal-hal yang telah dipelajarinya. sudah barang tentu pengerian belajar seperti ini secara esensial belum memadai. perlu anda pahami, perolehan pengetahuan maupun upaya penambahan pengetahuan hanyalah salah satu bagian kecil dari kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya.


sumber: suprijono, agus. 2009. cooperative learning. surabaya: pustaka belajar

Friday, 2 March 2012

JENIS SKALA

Posted by LORA LORINDA at 7:01 pm 0 comments

  1. skala nominal
skala nominal adalah pemberian skala dimana skala digunakan hanya untuk membedakan suatu ukuran dari ukuran yang lain tanpa memberi atribut lebih besar atau lebih kecil. jadi sifat skala ini sejajar atau sama antara masing-masing skala.
contoh: pemberian skala 1 untuk jenis kelamin laki-laki dan 2 untuk jenis kelamin perempuan.
angka 1 dan 2 disini hanya berfungsi untuk membedakan antara skala untuk laki-laki dan skala untuk perempuan.

2. skala ordinal
kalau pada skala nominal kita tidak membedakan urutan dan tinggi rendahnya skala tetapi hanya berfungsi untuk membedakan suatu kategori dari kategori lain, namun pada skala ordnal kita daapt membedakan urutan dari skala. skala ini lebih baik daripada skala nominal karena memberikan nilai lebih besar dan lebih kecil, tetapi kita tidak dapat mencari selisih atau perbedaan antar skala.
contoh: 
pada kuesioner dimana pendapat sangat setuju diberi skala 5, setuju diberi skala 4, ragu-ragu diberi skala 3, tidak setuju diberi skala 2 dan sangat tidak setuju diberi kode 1. pada skala ini dapat kita lihat bahwa angka 5 lebih baik daripada angka 4 karena memberikan urutan yang lebih tinggi. namun demikian kita ditak dapat mencari perbedaan eksak untuk masing-masing skala. apakah angka 4 merupakan dua kali dari angka 2, kita tidak mengetahuinya. kekurangan skala ini adalah bahwa kita tidak dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan dan perkalian dengan menggunakan skala ini. kita hanya dapat membedakan urutan masing-masing skala dari skala ordinal

3.  skala interval
skala interval adalah skala yang memiliki ciri-ciri skala ordinal tetapi jarak dari masing-masing data bisa diukur. dengan skala ini kita bisa mencari perbedaan atau jarak dari masing-masing skala. pengukuran dari skala ini biasanya menggunakan alat ukur sehingga jarak masing-masing bisa dicari. 
contoh:
pengukuran waktu. disini, selisih waktu antara pukul 6 sampai 9 adalah 9 sama dengan slisih waktu antara pukul 1 sampai 4. kelemahan dari skala ini adalah bahwa kita tidak dapat mengatakan bahwa suatu skala adalah dua kali skala yang lain. salah satu kelemahan dari skala ini adalah tidak memiliki asal mula yang unik karena nilai nol bukan merupakan nilai yang mutlak

4.   skala rasio
skala rasio merupakan jenis skala yang tertinggi dimana skala ini memiliki ciri-ciri skala interval ditambah dengan ciri memiliki nilai nol sebagai nilai yang mutlak. skala rasio mencerminkan nilai sebenarnya dari data.. pada skala ini kita bisa melakukan operasi matematis. jumlah gaji yang diterima, misalnya, merupakan skala rasio. disini jumlah gaji Rp. 50.000 merupakan dua kali dari gaji sebesar Rp. 25.000, dan jika jumlah gaji nol bisa diartikan bahwa tidak ada gaji sama sekali. disini skala ini memiliki semua ciri dari skala interval ditambah dengan nilai nol yang merupakan nilai yang mutlak dimana jika nilainya nol berarti tidak ada sama sekali.


sumber: Santosa, Purbayu Budi.2005. analisis statistik dengan microsoft excel & spss. andi: yogyakarta

metode pembelajaran point counter point

Posted by LORA LORINDA at 11:55 am 0 comments
          langkah pertama metode pembelajaran point counter point adalah membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok. aturlah posisi mereka sdemikian rupa seehingga mereka berhadap-hadapan. berikan kesempatan kepada tiap-tiap kelompok merumuskan argumentasi-argumentasi sesuai dengan perspektif yang dikembangkannya.


         usai tiap-tiap kelompok berdiskusi secara internal, maka mulailah mereka berdebat. seetelah seorang peserta didik dari suatu kelompok menyampaikan argumentasi sesuai pandangan yang dikembangkan kelompokny, mintalah tanggapan, bantahan atau koreksi dari kelompok lain perihal isu yang sama. lanjutkan proses ini sampai waktu yang memungkinkan.


          di penghujung waktu pelajaran buatlah evaluasi sehingga peserta didik dapat mencari jawaban sebagai titik temu dari argumentasi-argumentasi yang telah mereka munculkan.


sumber: suprijono, agus. 2009. cooperative learning. yogyakarta: pustaka pelajar

Tuesday, 28 February 2012

HUBUNGAN KONTSTRUKTIVISME DAN KONTEKSTUAL

Posted by LORA LORINDA at 8:48 pm 0 comments
          Mengapa pembelajaran kontekstual? Fondasi utama pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan adalah konstruktivisme. Bertitik tolak pada proposisi-proposisi konstruktivisme berbagai model pembelajaran dikembangkan, yakni model pembelajaran langsung, pembelajaran kooperatif, dan pembelajaran berbasis masalah. Aplikasi model pembelajaran berhubungan erat dengan pendekatan pembelajaran. pendekatan merupakan perspektif mengenai berbagai strategi maupun metode pembelajaran untuk mengaplikasikan model-model pembelajaran. Pendekatan yang cocok untuk pembelajaran berbasis konstruktivisme adalah kontekstual.


            Asumsi penting dari konstruktivisme adalah situated cognition  (kognisi yang ditempatkan). Konsep ini mengacu pada ide bahwa pemikiran selalu ditempatkan atau disituasikan dalam konteks sosial dan fisik, bukan dalam pikiran seseorang. Pengetahuan diletakkan dan dihubungkan dengan konteks dimana pengetahuan tersebut dikembangkan. Cobern menyatakan konstruktivisme bersifat kontekstual. Berdasarkan pemikiran-pemikiran itu, maka pembelajaran harus diciptakan semirip mungkin dengan situasi "dunia nyata". Pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran kontekstual.


      Proses pembelajaran kontekstual beraksentuasi pada pemrosesan informasi, individualisasi, dan interaksi sosial. Pemrosesan informasi menyatakan bahwa peserta didik mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkaitan dengan informasi tersebut. inti pemrosesan informasi adalah proses memori dan proses berpikir. Indivudualisasi beraksentuasi pada proses individu membentuk dan menata realitas keunikannya. mengajar dalam hal tersebut adalah upaya membatu individu untuk mengembangkan sesuatu yang produktif dengan lingkungannya dan memandang dirinya sebagai pribadi yang cakap, sehingga mampu memperkaya hubungan antar pribadi dan lebih cakap dalam pemrosesan informasi. Interaksi sosial menekankan pada hubungan individu dengan orang lain atau masyarakat. interaksi sosial memusatkan pada proses dimana kenyataan ditawarkan secara sosial.






sumber: suprijono, agus.2009.cooperative learning.surabaya:pustaka pelajar

Thursday, 23 February 2012

Prinsip umum pekerjaan rumah

Posted by LORA LORINDA at 9:34 pm 0 comments


  1. PR harus bersifat positif. guru perlu menjelaskan manfaat PR bagi peserta didik
  2. PR perlu dirancang guru sebaik-baiknya. pilih yang esensial dan bermakna
  3. PR sebaiknya bersifat diagnostik atau oto-diagnostik, PR yang baik diharapkan mampu memberikan informasi tentang tingkat keberhasilan siswa
  4. PR jangan terlalu banyak. ingatlah bahwa yang ada PR tidak hanya mata pelajaran matematika. hindari kejenuhan peserta didik
  5. Jangan memberi PR yang perlu memakan teknik bari. belajar pada tahap permulaan hendaknya berlangsung di kelas
  6. Dalam memberikan PR, guru perlu memperhatikan perbedaan kemampuan individual peserta didikny
  7. Perlu PR yang melatih skill peserta didik
  8. Peserta didik perlu tahu kebenaran jawabanny. umpan balik yang segera bagi peserta didik sangat diperlukan
  9. Penekanan haruslah pada jawaban yang benar, bukan pada kecepatan penyelesaiannya
  10. Perlu diselipkan berbagai model soal, misalnya soal cerita

sumber: Suyitno, Amin. 2004. dasar-dasar dan proses pembelajaran matematika I. universitas negeri semarang

model pembelajaran RME (realistic mathematics education)

Posted by LORA LORINDA at 9:24 pm 0 comments
          Model pembelajaran ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran freudenthal tentang matematika. menurut freudenthal (1991), "mathematics must be connected to reality and mathematics as human activity. RME merupakan model pembelajaran matematika disekolah yang bertitik tolak dari hal-hal yang real bagi kehidupan siswa. siswa harus diberi kesempatan untuk belajar melakukan aktivitas pada semua topik pelajaran matematika. dengan demikian, RME menekankan pada keterampilan process of soing mathematics, berdiskusi, berkolaborasi, berargumentasi, dan mencari simpulan dengan teman sekelas. denga cara ini diharapkan peserta didik dapat menemukan sendiri bentuk penyelesaian suatu soal/masalah yang diberikan kepada mereka. jadi model pembelajaran RME dapat dipandang sebagai model pembelajaran yang dilaksanakan agar kompetensi dasar dapat dicapai dengan cepat melalui proses belajar mandiri dan informal.

Karakteristik MRE:
  1. Penggunaan konteks real sebagai titk tolak belajar matematika
  2. Penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan cara formal atau menggunakan rumus
  3. Adanya upaya pengaitan sesama topik dalam pelajaran matematika
  4. Penggunaan metode interaktif dalam belajar matematika
  5. Adanya upaya untuk menghargai keberagaman jawaban peserta didik dan kontribusi peserta didik
Implementasi RME di sekolah:
  1. Guru menyiapkan 1 atau 2 soal realistik (ada kaitannya dengan kehidupan seehari-hari) yang akan dikerjakan para peserta didik secara informal atau coba-coba (karena langkah penyelesaian formal untuk menyelesaikan soal tersebut belum diberikan)
  2. Guru mengumpulakn hasil pekerjaan peserta didik
  3. Guru memeriksa hasil pekerjaan peserta didik dengan berprinsip pada penghargaan terhadap keberagaman jawaban peserta didik dan kontribusi peserta didik
  4. Guru menyuruh beberapa peserta didik untuk menjelaskan temuannya di depan kelas
  5. Dengan tanya jawab, guru dapat mungkin perlu mengulang jawaban siswa (tidak harus, terutama jika ada pembiasaan konsep)
  6. Setelah itu, guru baru menunjukkan langkah formal yang diperlukan untuk menyelesaikan soal tersebut. bisa didahului dengan penjelasan tentang materi pendukungnya

sumber: Suyitno, Amin. 2004. dasar-dasar dan proses pembelajaran matematika I. universitas negeri semarang

pangkal, aksioma, definisi, dan teorema

Posted by LORA LORINDA at 10:43 am 0 comments
          Menurut Herman Hudoyo (1988: 77), "pada hakikatnya landasan berpikir matematik itu merupakan kesepakatan-kesepakatan yang disebut aksioma."

          Menurut eksiklopedia matematika tulisan St. negoro dan B. Harshap (1988:23), "aksioma adalah suatu pernyataan yang diterima sebagai kebenaran tanpa memerlukan bukti"

          Sedangkan R. Soedjadi (1994: 42) menuliskan bahwa "aksioma atau pernyataan pangkal adalah pernyataan yang kita sepakati kebenarannya."

          Menurut R. Soedjadi (1994: 5), agar suatu kumpulan aksioma dapat merupakan suatu sisten diperlukan syarat-syarat yang penting. syarat-syarat yang penting itu adalah (1) konsiste (taat asas), (2) independen, (3) lengkap, dan (4) ekonomis,



DEFINISI
menurut R. Soedjadi (1993: 7), definisi adalah ungkapan untuk membatasi suatu konsep.
macam-macam definisi:
  1. definisi analitik
  2. definisi genetik
  3. definisi dalam bentuk rumus
1.  definisi analitik adalah deginisi yang menyebutkan genus prosimum  (keluarga terdekat) dan diferensia spesikika (perbedaan spesifik).
contoh:
a)  persegi adalah persegi panyang yang semua sisinya sama     panjang
                 dalam hal ini, genus proksimum-nya adalah persegi  panjang dan diferensia spesifika-nya adalah semua sisinya sama panjang
b)  persegipanjang adalah jajargenjang yang salah satu sudutnya siku-siku

2.  definisi genetik adalah definisi yang menunjukkan terjadinya konsep itu
contoh:
a)  jaring-jaring limas adalah bangun yang terjadi bila suatu limas dipotong menurut rusuk-rusuk tegaknya dan bidang-bidang sisi tegaknya direbahkan ke arah luar sampai ke bidang yang memuat bidang alasnya
b)  trapesium adalah segiempat yang terjadi jika sebuah segitiga dipotong oleh sebuah garis yang sejajar dengan salah satu sisi segitiga tersebut.

3.  definisi dalam bentuk rumus, adalah definisi yang dinyatakan dengan notasi-notasi matematik; jadi langsung menunjukkan rumus
contoh: definisi n faktorial yang langsung ditulis n! =(n-1)!


TEOREMA
          teorema atau sifat adalah salah satu perwujudakn dari objek matematika yang disebut prinsip. teorema ini harus dapat dibuktikan dengan aksioma-aksioma, definisi-definisi atau teorema-teorema yang medahuluinya

kadang-kadang, untuk membuktikan suatu teorema tertentu diperlukan suatu "teorema kecil" yang khusus dibutuhkan untuk membuktikan teorema tersebut. teorema kebil yang dipakai secara khusu ini sering disebut sebagai lemma. 


jadi lemma adalah suatu teorema (yang juga harus dibuktikan kebenarannya) yang dibutuhkan khusus untuk membuktikan suatu teorema tertentu. 

korolari adalah suatu teorema yang muncul sebagai akibat dari teorema sebelumnya. bobot teorema ini sama dengan bobot teorema yang mendahuluinya.




sumber: Suyitno, Amin. 2004. dasar-dasar dan proses pembelajaran matematika I. universitas negeri semarang

Wednesday, 15 February 2012

bukti C tegak lurus bidang BDG

Posted by LORA LORINDA at 8:32 pm 0 comments





Jarak titik C ke bidang BDG = CS
Akan dibuktikan CS ^ BDG
Karena CS Î CE, maka CE ^ BDG = CS ^ BDG
·       BD ^ AC (ABCD persegi)
BD ^ AE  (AE ^ ABCD)
Karena AC dan AE berpotongan di bidang ACGE, BD Î ACGE
Maka BD ^ ACGE
Jadi, BD ^ CE
·       DG ^ HC (DCGH persegi)
DG ^ BC (BC ^ DCGH)
Karena HC dan BC berpotongan di bidang BCHE, CE Î BCHE
Maka, DG ^ BCHE
Jadi, DG ^ CE
·       Karena BD ^ CE, DG ^ CE dan CS Î CE, maka CE ^ BDG
Jadi, CS ^ BDG






-       Lihat DRSC dan DQLE
RC = QE (Q dan R titik tengah)
ÐRSC = ÐQLE (luar berseberangan, SR // GR
ÐRCS = ÐQEL (dalam berseberangan, AC // EG
Jadi, DRSC @ DQLE (s, sd, sd)
Akibatnya RS = LQ
-       Lihat DALC dan DRSC
AL // RS
CS : CL = AR : RC = 1: 2
CK = ½ CL Þ CS = SL
-       CS = SL = LE = 1/3 CE

Thursday, 19 January 2012

KETIKA PESIMISTIS HADIR DALAM SEBUAH KEYAKINAN

Posted by LORA LORINDA at 12:30 pm 0 comments
               kesepakatan telah dibuat oleh beberapa orang, sudah ditetapkan interval tanggal sekian sampai sekian harap dikosongkan jadwal dari agenda apa pun. yah walaupun kejadian tak terduga seringkali muncul tak diharapkan. setidaknya jadwal sudah dibuat jauh-jauh hari sebelumnya. 

                  lalu, tinggal menunggu hari, sampai hari H muncul, entah apa yang akan terjadi beberapa hari ke depan, tidak ada pemberitahuankah, yang berarti rencana hampir pasti terlaksana, atau tiba-tiba SMS datang mengabarkan gak bisa ada pada waktu yang telah dijanjikan.
          
                    aku tidak bisa dan tidak punya kuasa untuk memaksa datang dan ikut rencana. tapi kecewa pasti, dan akhirnya menurut kejadian yang sudah-sudah, jika satu saja dari kami berhalangan hadir, maka dua, tiga, empat, akan menyusul dan akhirnya. batal. 

                 itulah kenapa aku malas berharap. sudah sering saya katakan bahwa ketika suatu pengharapan itu ada padaku, maka kenyataan akan terjadi sebaliknya. dan itu menyakitkan. melihat, mendengar, dan merasa kan kenyataan yang tidak diharapkan terjadi itu lebih miris rasanya dibandingkan hanya membayangkan.

                    dan alasan kenapa aku tidak mau berfikir terlalu jauh mengenai masa depan karena itu. aku terlalu takut berharap lalu kecewa. apa yang ada didepanku, itulah yang harus kudahulukan daripada yang lain. urusan akibat dari apa yang telah aku lakukan itu bisa dihadapai di level selanjutnya. 

                  lalu, bagaimana tanggapan orang mengenai pandanganku ini? ada yang menganggap berlebihan atau terlalu muluk, atau mungkin terlalu pesimistis. tapi biarlah. yang merasakan aku, bukan dia, mereka atau anda. jadi biarkan aku berfikir pendek untuk hal-hal tertentu.




LRLRND

Sunday, 6 November 2011

ketika perpisahan itu datang

Posted by LORA LORINDA at 9:51 pm 3 comments
                    ada yang bilang, tak perlu menyesali perpisahan, yang perlu di sesali adalah pertemuan. tapi menurutku, untuk apa pertemuan ada toh kalau akan ada yang namanya perpisahan. dan aku sadar, walaupun di pertengahan pertemuan dan perpisahan selalu ada yang namanaya proses, entah itu hasilnya baik atau tidak, yang dicentang disini adalah perpisahan.

                    dan aku baru mengalami yang namanya perpisahan. perpisahan dengan teman PPL yang kurang dari 3 bulan ini aku kenal. entah karena sugesti atau ini memang benar kenyataannya, tapi aku merasa, sudah begitu dekat dengan teman-teman PPL ku. biasanya, ketika aku berkspektasi lebih terhadap sesuatu, maka kenyataan akan kontradiksi. dan aku gak mau ini terjadi padaku untuk hal teman-teman PPL.

                  baru saja aku 6 hari KKN di desa Gegerkunci Kecamatan Songgom, tapi sudah berasa bosan sekali. berbeda dengan 3 bulan di sukorejo, gak bosan. aku gak tau kenapa, entah faktor teman-temannya ataukan faktor lokasi atau faktor dari diriku sendiri yang susah beradaptasi dengan sosialitas yang baru, tapi satu yang jelas. AKU RINDU TEMAN-TEMAN PPL KU. entah yang aku rindukan "kebersamaannya" atau kah individunya. aku tak tahu.




                  aku rindu, ketika kita bersama-sama menyiapkan hidangan berbuka puasa, walaupun aku hanya bisa melihat tanpa melakukan apapun

                  aku rindu, ketika kita berbuka puasa bersama-sama,

                  aku rindu, ketika kita bersiap-siap sahur bersama, yang ketika aku bangun, makanan sudah siap,

                   aku rindu berbelanja bersama hanny di toko sayur yang bersebelahan, yang kadang membuat bingung, jangan sampai membuat iri ibu toko satu sama lain. Belanja sambil bingung, "ini temen-temen mau gak makan kalo lauknya ini?"

                  aku rindu ketika aku setiap pagi dibangunkan dari SIRO untuk mandi, padahal dia sudah masuk kamar  mandi, dan yang aku heran, kenapa dia gak mandi sekalian???

                  aku rindu ketika kita saling salip masuk kamar mandi hanya untuk "pup" lalu keluar tanpa mandi, dan itu kadang menyebabkan konflik tanpa suara,

                  aku rindu ketika kita akan berangkat ke sekolah bersama-sama, saling menunggu satu sama lain,

                  aku rindu, ketika kita di sekolah saling berkomentar satu sama lain status masing-masing dari kita atau foto ajaib yang diedit dari Ahmad Yasin

                  aku rindu ketika kita pulang bersama, melalui tanjakan, kantor polisi, pertigaan, kantor kesatuan TNI, fotocopian, dan warung-warung kecil lainnya

                  aku rindu ketika kita, dalam keadaan letih tidur siang bersama, melepas lelah bersama, lalu kembali "menge-cup" kamar mandi,

                  aku rindu ketika kita bersiap-siap untuk makan malam di kost cowok, saling "mengoprak" satu sama lain, ada yang sudah lapar, ada yang memang membatasi jam makan malamnya,

                 aku rindu ketika kita makan malam bersama di kost cowok, bercanda, dan tertawa bersama,

                 aku rindu ketika kita membuat tugas bersama, dan yang paling santai pertamanya aku, dan ketika PPL akan berakhir aku pula yang paling sibuk, tidur hanya 3 - 4 jam. lembur membuat RPP

                 aku rindu ketika kita saling membangunkan tengah malam untuk membuat tugas, baik itu RPP, jobsheet, chart,  silabus, ataupun media pembelajaran lainnya,

                 aku rindu ketika kita saling mencela satu sama lain,

                 aku rindu ketika kita saling membicarakan keanehan tingkah guru-guru, murid-murid, ataupun salah satu dari kami

                aku rindu ketika kita menganalisa bersama-sama sifat-sifat dari teman-teman laki-laki PPL. ssssttttt, ini sebenarnya rahasia.

                aku rindu ketika kita akan jalan-jalan bersama, pemberitahuan waktu yang mendadak, tak terencana, dan ternyata punya kesan mendalam. karena biasanya kalau sudah direncanakan jauh-jauh hari pasti batal.

                aku rindu ketika kita bersama-sama menyelesaikan laporan PPL 1 yang acak kadut carut marut tak karuan karena kebanyakan menggunakan fasilitas internet gratis dari sekolah

                aku rindu saat-saat mencicipi masakan dari koki andalan kita CHEF SIRO dan CHEF ZULFA.
               aku rindu, panggilan LORAAAAAAAA, aku udaahhh, mandinya maksudnya. tapi hal ini jarang dilakukan, karena pada umumnya aku mandi lebih awal dari mereka. 

              
               aku rindu tingkah polah teman-teman saat berpoto bersama, ada yang miring, ada yang senyum sampai giginya kering, ada yang berpose merengut tak mau senyum, ada yang foto sok gagah,

               aku rindu pemikiran-pemikiran yang kadang konyol, pemikiran-pemikiran realistis, pemikiran-pemikiran yang membuatku "waw" membuka pemikiran selama ini yang kolot, kuno dan sempit,


             aku rindu bekerja bersama mereka, merangkai acara perpisahan bersama, gladi resik bersama mereka.


                bahkan pada saat pesantren kilat, ada yang meminta pulang lebih awal, karena duingin puwol, pada saat itu, siwit gak tahan dingin, jadi aku maju minta izin dengan Ibu siapa aku lupa namanya, dan kau tau apa yang dikatakan ibu itu? "loh, kan yang minta datang kesini kan kalian, jadi ya kalian harus mengikuti ini sampai selesai. jadilah kami disitu sampai jam 4 pagi, pulang bersama-sama. 
malamnya, ternyata banyak yang teriak-teriak gak jelas, ada yang bilang kesurupan, ada yang bilang terlalu capek. usut punya usut, ternyata sebelumnya mereka latihan paskibraka, jadi terlalu letih. 


                lalu ketika lebaran sudah dekat, ribut mulai libur kapan, dan yang ternyata aku yang pulang lebih cepat dan lebih lama. gegerlah mereka ketika aku dapat izin pulang lebih cepat. 


                tertawa bersama, ketika di curug sewu, tempat pertama yang didatangi ber-15, lalu ke plantungan, ber-14 karena di tengah perjalanan edi pulang, katanya si sakit perut. sampai yosie terpeleset diantara batu-batu, sampai yosie merengut ketika kami foto bersama minus yosie, lalu ke rumah salah satu guru Pak Puji yang setelahnya ada rencana mau ke rumah Ari, tapi gak jadi karena alasan pertama: siwit dan zulfa yang tiba-tiba (eh bukan tiba-tiba ding, sudah dirasa sejak di sekolah) sakit, lalu kami memutuskan untuk pulang saja. eeee, baru keluar dari gang, tak dinyana motor indra bocor, mencari tambal ban lah kami sesudah itu. dan hal yang tidak terduga terjadi, Ari mau menukar motornya dengan motor indra yang bocor. jadi, indra pulang membawa motor Ari, dan Ari yang menunggu motor indra lalu pulang dengan motor indra. saat itu kami semua terpukau dengan kebaikan Ari.


             setelah itu, tidak ada tempat yang kami kunjungi lagi bersama. sangat susah untuk mengumpulkan kami ber-15. susah sekali.


               oh sungguh, aku benar-benar merindukan saat-saat itu. :'( 

               banyak hal yang mengingatkan aku dengan kalian. lagu, dari mulai pacarku memang dekat, alun-alun nganjuk, dimana-dimana, trus yang lagunya ussy dengan andika, dan kalau aku lagi liat OVJ menyanyikan kite lagi, ingatanku langsung melayang ke PPL.

               aku rindu saat-saat kebersamaan kita
             
           dan aku tau, itu tak akan terulang kembali, tak akan. kapanpun waktunya. tak ada moment special yang dapat terulang untuk kedua kalinya.
             
             edi, terima kasih untuk semua supportnya, terima kasih sudah mau baik terhadapku. dan aku ingat, teman PPL yang pertama kali meng-add akun facebook ku itu kamu. terima kasih. 

           slamet, terima kasih sudah mau membonceng aku yang tidak ringan ini. terima kasih sudah mensupport saya ketika saya kesusahan, sudah mau datang, bernegosiasi walaupun gagal. heheheeh.. big thanks for you. kamu boleh males met, tapi malas yang tidak merugikan orang lain

                      fikri, terima kasih atas boncengannya, aku gak bisa berkata apa-apa untuk hal yang satu ini. maaf kalau selama ini ada kata-kataku yang tidak baik, maaf kalau aku tidak bisa jadi partner yang baik. maaf sekali lagi

              dedi, terima kasih telah menjadi teman yang unik, teman yang tidak mampu saya raba seperti apa karakteristik kamu. 

               ahmad yasin, terima kasih telah menjadi ketua yang baik, telah mampu menjadi teman, abang buat saya yang labil ini. terima kasih atas petuah-petuah yang sebenarnya tidak penting. hahahahah. terima kasih telah membuka cakrawala pengetahuan saya yang sempit sedikit dan dangkal ini. oh ya maaf, saya telah menjatuhkan motor anda, sungguh saya tidak bermaksud demikian. pertama bertemu, sungguh saya tidak bisa membedakan kamu dan slamet. agak mirip si

               terima kasih indra. gak gampang menjadi kamu yang mau membonceng saya ketika pertama bertemu. terima kasih sekali lagi kalau saya merepotkan anda waktu itu. maaf kalau motor anda waktu itu tidak kuat. jangan salahkan saya, salahkan saja jalannya yang naik turun. terima kasih juga untuk pinjaman motornya selama PPL berlangsung, maaf kalau saya tidak pernah mencuci motor anda. maaf yaaaa..

            utami, jangan suka emosi tingkat tinggi ya. lebih belajar memahami orang lain. tahan emosi kamu, jadikan itu pembelajaran. lebih mudah memahami diri sendiri daripada meminta orang lain untuk memahami diri kita

             arfina yosie puspaningrum, terima kasih mau menjadi teman seranjang saya, yang tidurnya suka gerak-gerak, yang ngorok, yang kalau ngomong suka tidak tedeng aling-aling. maaf telah menjatuhkanmu ketika pesantren kilat. sungguh saya tidak bermaksud demikian. tetaplah jadi yosie yang easy going, ramah, dan cepat melupakan kesalahan orang lain.

                hanny erlani, terima kasih sudah mau menjadi teman saya, lain kali kita liat foto-foto lagi ya, tertawa bersama mengenang lucunya masa PPL, yang tidak akan terulang lagi. tapi ingat ,jangan terlalu terikat dengan perasaan itu, diluar sana masih banyak manusia-manusia unik yang lebih lucu dan lebih baik dari saya. :)

                  zulfa setianingsih, harus bisa memanajemen diri ya zul. gak setiap orang bisa memahami. walaupun kadang saya tau, manusia ada kalanya sensitif tinggi adakalanya cuek tingkat dewa, berusahalah untuk menjadi diri sendiri. bukan karena sekarang ini kamu tidak menjadi diri sendiri, tapi berusahalah untuk menjadi diri sendiri.

                 siti widayati, terima kasih untuk segalanya. terima kasih juga kamu mau menjemputku ketika kita janjian di tempatmu untuk pertama kali, padalah waktu itu kita belum kenal. kamu baik, sangat baik malah. lucu. hahahaha

               siti rohyati, siroooooooowwwwwwww, pertama kali dengar nama kamu lucu. selucu orangnya. hahahahah, kamu baik baik baik. kamu selalu berbicara apa adanya, sesuai kenyataan.

                mukhamad riza amalia, orang yang membuat saya tidak pernah bosan ketika membaca statusnya, dari sekian banyak teman saya di situs pertemanan itu, baru kamu yang mempunyai gaya menulis yang menurut saya "waw". jangan selalu menyimpan kesedihan untuk diri kamu sendiri. jika kamu tidak sanggup untuk menanggung, ceritakanlah. jangan selalu sombong dijadikan andalan untuk menumbuhkan rasa percaya diri. kamu punya kemampuan dan kelebihan. terima kasih telah membawakan koper saya dari sukorejo sampai rumah. terima kasih atas support kamu, maaf waktu itu saya tahu kalau kamu lapar, tapi keadaan membuat saya tidak sadar kalau kamu butuh makanan. maaf,

               ari setiawan, terima kasih support kamu. aku ingat ketika aku sudah putus asa ketika akan pulang ke semarang dalam rangka lebaran. begitu lihai kamu me-manage agar aku dan koperku ikut terbawa. ada kalanya keramahan malah menjadi kekurangan diri. bersikaplah lebih tegas, dan mantab. selalu hargai orang, sekecil apapun orang yang kau hadapi. selamat berjuang

pada intinya, aku sayang kalian semua teman-teman. semua,

selamat berjuang teman-teman, di waktu ke depan, semoga kita akan menjadi seperti apa yang kita inginkan yang terbaik untuk kita semua


           

Thursday, 6 October 2011

METODE PEMBELAJARAN LISTENING TEAM

Posted by LORA LORINDA at 1:08 pm 0 comments
              Pembelajaran dengan metode listening time diawali dengan pemaparan materi pembelajaran dari guru. Selanjutnya guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok mempunyai peran masing-masing. Misal, 40 orang dalam suatu kelas dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok penanya, kelompok kedua dan ketiga adalah kelompok penjawab. Kelompok kedua merupakan kumpulan orang yang menjawab berdasarkan perspektif tertentu, sementara kelmpok ketiga adalah kumpulan orang yang menjawab dengan perspektif yang berbeda dengan kelompok kedua. Perbedaan ini diharapkan memunculkan diskusi yang aktif ditandai oleh adanya proses dialektika berpikir, sehingga mereka dapat menemukan pengetahuan struktural. kelompok keempat adalah kelompok yang bertugas me-review dan membuat kesimpulan dari hasil diskusi
            Pembelajaran diakhiri dengan penyampaian berbagai kata kunci atau konsep yang telah dikembangkan oleh peserta didik dalam berdiskusi




sumber: suprijono, agus.2009.cooperative learning.surabaya:pustaka pelajar
 

MY SELF, ME, AND I Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting